Beranda / Opini / Senjata Negara Untuk Melindungi, Bukan Untuk Membantai Masa Depan Anak Bangsa!

Senjata Negara Untuk Melindungi, Bukan Untuk Membantai Masa Depan Anak Bangsa!

Muh Wahyu Hidayat
Ketua Cabang Balla’ Tujua HPMB Raya Bantaeng

Hari ini, nurani kita kembali dicabik-cabik oleh tindakan biadab yang dilakukan oleh oknum yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

Gugurnya saudara kita, Bertrand Eka Prasetyo (18) akibat timah panas oknum kepolisian dari Polsek Panakkukang adalah noda hitam yang tidak bisa dihapus hanya dengan kata maaf atau prosedur administratif semata.

Sebagai Formatur Ketua Cabang Balla’ Tujua, Saya, Muh Wahyu Hidayat, menyatakan dengan tegas kutukan keras atas kebrutalan aparat kepolisian.

Dengan ini, melalui tulisan ini.
Kami mengutuk keras penggunaan kekuatan berlebihan (excessive force) oleh oknum polisi yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang pemuda berusia 18 tahun.

Senjata api yang dibeli dari pajak rakyat tidak seharusnya diletuskan ke arah rakyat, apalagi terhadap anak yang masa depannya masih panjang.

Menolak Narasi “Senjata Meletus Sendiri”

Kami menolak segala bentuk pembenaran atau narasi pelemahan kasus yang mencoba mengaburkan fakta lapangan.

Kejadian ini adalah dugaan pembunuhan, bukan sekadar kelalaian prosedur.

Desak Proses Pidana, Bukan Hanya Etik

Kami mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk tidak hanya memberikan sanksi etik.

Pelaku harus diseret ke peradilan umum dan dijatuhi hukuman maksimal sesuai Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau UU Perlindungan Anak.

Keadilan tidak boleh tumpul hanya karena pelakunya berseragam

Reformasi total Polsek.
Terkait insiden ini membuktikan adanya kegagalan dalam pengawasan dan mentalitas aparat di tingkat bawah.
Kami menuntut evaluasi total terhadap komandan satuan terkait yang gagal membina anggotanya.

Negara ini adalah negara hukum, bukan negara koboi!
Jika nyawa seorang anak bangsa bisa hilang begitu saja di tangan aparat tanpa keadilan yang nyata, maka kontrak sosial antara rakyat dan negara telah mati.

Kami akan terus mengawal kasus ini bersama elemen sipil lainnya hingga pelaku mendekam di balik jeruji besi.

Jangan uji kesabaran kami dengan mencoba bermain-main di balik meja penyidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *