Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Bantaeng secara tegas menyatakan dukungannya terhadap langkah Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin (Uji Nurdin), untuk segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) pencopotan permanen terhadap Suwardi dari jabatan Direktur PDAM Tirta Eremerasa.
Pernyataan sikap ini muncul menyusul status pemberhentian sementara yang telah dijatuhkan kepada Suwardi sejak Februari 2026.
Suwardi diketahui telah dinonaktifkan sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Eremerasa atas dugaan pelanggaran kode etik serta penyalahgunaan wewenang di tubuh perusahaan daerah tersebut.
Ketua Cabang SEMMI Bantaeng, Tiwa Jalapala, menegaskan bahwa stabilitas daerah di “Butta Toa” tidak boleh dikorbankan demi kepentingan satu figur pejabat publik yang bermasalah.
“Kami dari PC SEMMI Bantaeng berdiri bersama Bapak Bupati. Kami mendesak agar status pemberhentian sementara Suwardi segera ditingkatkan menjadi pencopotan permanen melalui SK resmi,” tegas Tiwa Jalapala, Kamis (16/04/2026).
Menurut Tiwa, kegaduhan yang terjadi selama ini telah cukup menyita energi masyarakat.
Ia berharap Bupati Uji Nurdin tidak ragu dalam mengambil keputusan final demi menjaga marwah pemerintah Kabupaten Bantaeng
“Masyarakat sudah jenuh dengan kegaduhan yang ditimbulkan. Jangan biarkan roda pemerintahan terganggu oleh oknum yang telah membuat kisruh di Bantaeng,” tambahnya.
Kritik Keras SEMMI Bantaeng untuk Wakil Bupati
Selain memberikan dukungan kepada Bupati, SEMMI Bantaeng juga melontarkan kritik pedas terhadap sikap Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin.
Hal ini dipicu oleh wacana terbuka yang dilontarkan Sahabuddin untuk mengaktifkan kembali Suwardi ke jabatannya semula.
Tiwa menilai langkah Wakil Bupati tersebut tidak selaras dengan semangat perbaikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Kami sangat menyayangkan pernyataan Pak Wakil Bupati melalui salah satu media online yang ingin mengembalikan orang yang sudah membuat kegaduhan. Jangan sampai ada kompromi atau lobi-lobi politik yang justru mengabaikan rekomendasi DPRD dan keresahan rakyat,” cetus Tiwa.
Ketua SEMMI Cabang Bantaeng itu mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas yang teguh dan mengedepankan kepentingan publik di atas kepentingan personal atau kelompok tertentu.
“Kepemimpinan harus punya integritas. Jangan seperti Pak Wakil Bupati yang terkesan ingin membawa kembali sosok pembuat kisruh ke dalam sistem,” lanjutnya lagi.
Kawal Hingga Tuntas
Menutup pernyataannya, SEMMI Bantaeng berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini hingga Bupati mengeluarkan keputusan final yang berpihak pada transparansi.
Tiwa Jalapala menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawalan ketat untuk memastikan Bantaeng tetap kondusif dan bersih dari intervensi pihak-pihak yang mencoba melindungi oknum bermasalah.












