Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin (Uji Nurdin), memberikan pernyataan tegas terkait polemik kepemimpinan di Perumda Air Minum Tirta Eremerasa.
Di hadapan massa aksi, Bupati memastikan bahwa Suwardi akan diberhentikan secara permanen dari jabatannya sebagai Direktur PDAM Bantaeng.
Keputusan tersebut disampaikan Bupati usai menemui peserta aksi dari Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat (PDAM) pada Kamis pagi (16/4/2026).

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa yang sebelumnya digelar aliansi tersebut di Kantor Bupati Bantaeng pada Selasa (14/4/2026) lalu.
Taat Regulasi dan SK Permanen
Bupati Uji Nurdin menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng saat ini tengah menjalankan prosedur sesuai aturan yang berlaku.
Pihaknya sedang menunggu berakhirnya masa berlaku Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai pemberhentian sementara terhadap Suwardi.
“Kita laksanakan sesuai regulasi. Kita menunggu habisnya masa jabatan SK Bupati tentang pemberhentian sementara, dan selanjutnya saya akan memberhentikan Suwardi secara permanen sebagai Direktur PDAM Bantaeng,” tegas Bupati di hadapan para pengunjuk rasa.
Langkah ini diambil sebagai bentuk ketegasan pemerintah dalam menyikapi persoalan internal dan manajerial yang terjadi di tubuh Perumda Tirta Eremerasa demi menjamin pelayanan publik yang maksimal.
Sesalkan Pernyataan Wakil Bupati
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Uji Nurdin juga menyoroti adanya perbedaan suara di internal pemerintahan.
Ia secara terbuka menyesalkan pernyataan Wakil Bupati Bantaeng di salah satu media online yang menyebutkan bahwa Suwardi akan kembali menjabat sebagai Direktur PDAM.
Menurut Bupati, pernyataan sepihak tersebut justru memicu kebingungan di tengah masyarakat dan tidak sejalan dengan komitmen perbaikan tata kelola yang sedang diperjuangkan.
Apresiasi Kritik dari Aliansi PDAM
Meski sempat didemo, Bupati Uji Nurdin justru menyampaikan terima kasih kepada para peserta aksi yang tergabung dalam aliansi PDAM.
Ia menilai kritik yang disampaikan merupakan suplemen penting bagi jalannya pemerintahan.
“Terima kasih kepada teman-teman dari aliansi PDAM yang telah memberikan kritik kepada saya terkait polemik di Perumda Tirta Eremerasa. Masukan ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Merespons sambutan positif tersebut, Jenderal Lapangan aksi PDAM, Idris Reformasi, menyatakan apresiasinya atas keterbukaan Bupati dalam menerima aspirasi rakyat secara langsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah merespons dan menjawab langsung kritikan dari teman-teman aliansi terkait polemik ini. Kami akan terus mengawal janji ini hingga SK permanen tersebut diterbitkan,” pungkas Idris.












