Beranda / Berita Nasional / SEMMI Cabang Bulukumba: ‘Mencekam, Dugaan Kekerasan Seksual Kembali Mengusik Rasa Aman Kaum Perempuan’

SEMMI Cabang Bulukumba: ‘Mencekam, Dugaan Kekerasan Seksual Kembali Mengusik Rasa Aman Kaum Perempuan’

Bulukumba, 22 Agustus 2026.

Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bulukumba menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas dugaan percobaan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan berusia 26 tahun di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dugaan kasus yang belakangan menyita perhatian publik ini dinilai mengancam ruang aman perempuan dan menuntut ketegangan sikap dari aparat penegak hukum.

Insiden tersebut menjadi sorotan tajam karena terduga pelaku disinyalir memiliki latar belakang sebagai aparat penegak hukum.

SEMMI Bulukumba menekankan bahwa profesi maupun institusi tidak boleh menjadi tameng untuk meloloskan seseorang dari jerat hukum.

Desakan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Dalam rilis resminya, SEMMI Bulukumba menggarisbawahi beberapa poin krusial mendesak penanganan kasus yang transparan:

* Penegakan Hukum Objektif:
Hukum harus berdiri di atas kebenaran, bukan kekuasaan. Jabatan dan seragam tidak boleh memberikan kekebalan hukum.

* Praduga Tak Bersalah:
Proses hukum harus berjalan profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan fakta dan bukti di lapangan tanpa menghakimi secara sepihak.

* Perlindungan Korban:
Pihak yang diduga menjadi korban harus mendapatkan jaminan keamanan, pendampingan intensif, serta perlindungan dari stigma, intimidasi, maupun tekanan sosial.

“Ketika perempuan tidak lagi merasa aman, maka sesungguhnya masyarakat sedang kehilangan rasa aman itu sendiri. Jangan normalisasi kekerasan, jangan bungkam korban, dan jangan lindungi pelaku,” tegas perwakilan SEMMI Cabang Bulukumba.

Seruan untuk Masyarakat

SEMMI Bulukumba turut mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan penghakiman secara liar di ruang publik, menghindari penyebaran identitas korban, serta tidak membangun narasi yang memperburuk kondisi psikologis pihak yang terlibat.

Masyarakat menantikan langkah tegas dan berintegritas dari kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan kekerasan seksual ini demi mengembalikan kepercayaan publik dan menjamin keadilan bagi seluruh warga Bulukumba.

(Sumber: Tiwa Jalapala)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *