Beranda / Berita Nasional / Dari Panggung D’Academy 5 Indosiar ke Layar Lebar: Perjalanan Evi Agustina, Talenta Luwu yang Tak Berhenti Menjelajah Seni

Dari Panggung D’Academy 5 Indosiar ke Layar Lebar: Perjalanan Evi Agustina, Talenta Luwu yang Tak Berhenti Menjelajah Seni

Sempat mencuri perhatian di kompetisi musik nasional, penyanyi muda asal Belopa ini membuktikan konsistensinya lewat pendidikan seni hingga debut akting di film layar lebar.

Makassar, 4 Oktober 2026.
Perjalanan karier Evi Agustina menjadi cerminan nyata bagaimana seorang talenta muda dari daerah mampu meretas jalan di industri kreatif nasional.

Perempuan asal Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan ini tak sekadar berpuas diri dengan sorot lampu panggung kompetisi.

Ia terus mentransformasi potensinya dari ajang tarik suara, dunia akademik, hingga layar lebar.

Menembus Panggung Nasional dan Momen Haru D’Academy 5

Langkah Evi di kancah nasional bermula saat ia memberanikan diri mengikuti ajang D’Academy 5 di Indosiar pada 2022.
Bersaing dengan ribuan kontestan dari seluruh Indonesia, Evi berhasil meloloskan namanya hingga ke babak Final Audition.

Kompetisi berskala nasional tersebut menjadi kawah candradimuka bagi Evi untuk menguji kualitas vokal, mengasah kedisiplinan, serta membentuk mentalitas di dunia hiburan profesional.
Perjuangannya saat itu tak hanya memikat perhatian para juri, tetapi juga menyentuh hati pemirsa.

Salah satu momen berkesan yang menyedot perhatian publik adalah ketika Evi melakukan video call di atas panggung bersama sang ayah, Mastono, yang kala itu sedang bekerja di Shah Alam, Selangor, Malaysia.

Sorotan tersebut menegaskan bahwa di balik keberaniannya melangkah jauh ke Jakarta, ada doa dan dukungan keluarga yang menjadi fondasi utamanya.

Mengakar di Akademik dan Kepemimpinan Mahasiswa

Usai menuntaskan prosesnya di panggung D’Academy, Evi memilih untuk memperkuat fondasi keilmuannya.

Ia melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Negeri Makassar (UNM), mengambil Program Studi Sendratasik (Seni Tari, Karawitan, dan Musik) di Fakultas Seni dan Desain.

Di kampus, Evi tidak hanya fokus pada perkuliahan teknis.
Ia aktif membangun jiwa kepemimpinan dan jejaring dengan menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Sendratasik UNM periode 2023–2024.

Kombinasi antara pengalaman panggung komersial dan pemahaman akademik ini membentuk kapasitas Evi sebagai seorang praktisi seni yang utuh.

Melebarkan Sayap ke Dunia Seni Peran

Eksplorasi seni Evi mencapai babak baru ketika ia menguji kemampuannya di seni peran.
Pada 2025, Evi dipercaya membawakan karakter Rara dalam film Rannu (Cinta Bugis Makassar) yang disutradarai oleh sutradara lokal ternama, Rizal Saputra.

Film yang tayang perdana pada 10 Mei 2025 tersebut menandai debut Evi di industri perfilman.

Transisi dari dunia olah vokal ke seni peran membuktikan adaptabilitas Evi dalam mengolah emosi dan ekspresi panggung, sekaligus mempertegas identitasnya sebagai seniman yang serba bisa.

Prinsip Bertumbuh: “Tak Ingin Stop di Pencapaian Saat Ini”

Bagi Evi, seluruh pencapaian (mulai dari panggung dangdut, ruang kuliah, organisasi, hingga set syuting film) hanyalah titik-titik persinggahan dalam perjalanan panjang yang masih membentang.

Ia menegaskan bahwa kunci utama seorang seniman adalah keberanian untuk terus belajar.

“Masih ingin tumbuh dan terus berkembang, tidak ingin stop dengan pencapaian yang ada sekarang,” ujar Evi.

Dari bumi Luwu hingga layar kaca dan layar lebar, Evi Agustina menunjukkan bahwa konsistensi, kehendak untuk belajar, dan keberanian keluar dari zona nyaman adalah kunci bagi talenta daerah untuk terus bersinar di panggung nasional.**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *