Beranda / Bantaeng / Bukan Sekadar Seremonial: Di Usia ke-70, SEMMI Bantaeng Pilih “Pulang” ke Rakyat, Salurkan Bantuan untuk Ibu Saming

Bukan Sekadar Seremonial: Di Usia ke-70, SEMMI Bantaeng Pilih “Pulang” ke Rakyat, Salurkan Bantuan untuk Ibu Saming

Di tengah hiruk-pikuk perayaan hari jadi berbagai organisasi yang kerap diwarnai pesta pora dan seremonial mewah, Pengurus Cabang (PC) Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Bantaeng justru memilih jalan berbeda.

Memperingati momentum bersejarah Milad SEMMI yang ke-70, organisasi kemahasiswaan ini turun langsung ke akar rumput, menyambangi kediaman salah satu warga prasejahtera, Ibu Saming, pada Selasa (28/4/2026).

Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh jajaran pengurus inti, termasuk Bendahara Umum PC SEMMI Bantaeng, Sumira Putri Ramadani.

Langkah ini diambil sebagai bentuk refleksi mendalam atas nilai-nilai perjuangan yang telah diusung SEMMI selama tujuh dekade, pengabdian nyata kepada umat.

Refleksi Perjuangan: Kembali ke Akar Pengabdian

Bagi Sumira Putri Ramadani, ulang tahun organisasi bukan waktu untuk saling puji, melainkan momen untuk introspeksi dan aksi.

Ia menegaskan bahwa kehadiran SEMMI harus dirasakan dampaknya oleh masyarakat paling bawah, bukan hanya terdengar gaungnya di ruang-ruang diskusi kampus.

“Di momen Milad SEMMI yang ke-70 ini, kami ingin merefleksikan diri dengan kembali ke akar perjuangan, yakni pengabdian kepada umat. Bantuan yang kami serahkan kepada Ibu Saming mungkin secara nominal tidak seberapa, namun ini adalah wujud konkret kasih sayang dan solidaritas kami sebagai kader SEMMI,” ujar Sumira saat ditemui di lokasi, dengan wajah penuh ketulusan.

Paket bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya diserahkan langsung ke tangan Ibu Saming.

Bagi Sumira, tindakan sederhana ini memiliki makna filosofis yang dalam: mengingatkan para kader bahwa mereka lahir dari rahim rakyat, dan harus tetap hidup bersama rakyat.

“Semoga bantuan yang kami berikan ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi beliau. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran SEMMI di Bantaeng benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, bukan sekadar logo di spanduk,” tambahnya.

Haru Ibu Saming: Disentuh Kepedulian Generasi Muda

Kedatangan rombongan PC SEMMI Bantaeng disambut hangat oleh Ibu Saming.
Wajah wanita paruh baya itu tampak bersinar, meski kesederhanaan tempat tinggalnya mencerminkan kondisi ekonomi yang pas-pasan.
Baginya, perhatian dari para mahasiswa muda adalah obat lelah di tengah himpitan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya sangat terharu. Di usia saya yang sudah begini, masih ada anak-anak muda yang ingat dan mau repot-repot datang ke rumah saya. Ini menjadi penyemangat tersendiri bagi saya,” ucap Ibu Saming dengan suara bergetar, sambil menggenggam erat paket bantuan yang diterima.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa kesenjangan antara generasi muda intelektual dan masyarakat tradisional dapat dijembatani dengan empati dan aksi nyata.

Pesan Moral: Konsistensi Kerja Kemanusiaan

Aksi kunjungan ke rumah Ibu Saming ini diharapkan menjadi pemantik api semangat bagi seluruh kader SEMMI Bantaeng.

Organisasi ini bertekad untuk tidak terjebak pada rutinitas birokratis internal, melainkan terus konsisten melakukan kerja-kerja kemanusiaan (khidmah).

Melalui langkah ini, PC SEMMI Bantaeng ingin memperkuat tali silaturahmi dengan kaum dhuafa, selaras dengan cita-cita luhur organisasi untuk menciptakan tatanan sosial yang adil dan berkeadilan.

Milad ke-70 bukanlah akhir, melainkan awal baru bagi SEMMI Bantaeng untuk membuktikan bahwa mahasiswa Muslim tidak hanya pandai berbicara di mimbar, tetapi juga tangguh dalam melayani di lapangan.

Seperti kata pepatah, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Dan hari itu, SEMMI Bantaeng berusaha menjadi sebaik-baiknya manusia bagi Ibu Saming.

Editor: Redaksi 1nasional.id

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *