Pemandangan mengharukan sekaligus membanggakan tersaji di lokasi sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1425/Jeneponto pada Minggu (26 April 2026).
Di bawah terik matahari, batas antara seragam loreng TNI dan pakaian warga seolah melebur.
Mereka bahu-membahu, menyatu dalam irama gotong royong, mengerjakan peningkatan jalan tani yang selama ini menjadi “duri dalam daging” bagi mobilitas warga setempat.
Dari Jalan Berlumpur Menjadi Jalur Harapan
Sebelumnya, jalur ini hanyalah lintasan sempit yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan tiba.
Lumpur setinggi betis sering kali membuat petani gagal membawa hasil panen mereka keluar dari sawah tepat waktu. Namun, hari ini, cerita itu mulai berubah.
Dengan peralatan sederhana di tangan para warga dan dukungan alat berat yang dioperasikan oleh personel TNI, badan jalan sedang diratakan dan sisi salurannya diperkuat.

Dari sudut pandang udara (drone shot), terlihat jelas jalur baru sepanjang lebih dari satu kilometer itu membelah hijau persawahan, menjadi nadi penghubung vital antarwilayah yang sebelumnya terisolasi.
“Kehadiran Satgas TMMD di sini bukan sekadar membangun jalan, tapi membawa harapan baru. Ini tentang bagaimana hasil keringat petani bisa sampai ke pasar dengan lancar, dan bagaimana anak-anak sekolah tidak lagi kesulitan mengakses pendidikan,” ujar salah satu warga yang turut serta mengangkut material bergotong royong bersama TNI.
Target Fisik: 1,1 Kilometer Beton Penggerak Ekonomi
Program TMMD ke-128 Kodim 1425/Jeneponto tahun ini menargetkan pekerjaan fisik yang signifikan.
Fokus utama adalah peningkatan jalan rabat beton sepanjang 1.100 meter serta perintisan jalan baru sepanjang 150 meter.
Pengerjaan yang dikebut ini merupakan manifestasi nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah mengatasi keterbatasan infrastruktur di pelosok desa.
Sinergi ini terbukti efektif mempercepat progres pembangunan yang biasanya memakan waktu lama jika dikerjakan secara konvensional.
Komitmen Dansatgas: “Ini Wujud Pengabdian Nyata”
Dansatgas TMMD ke-128 Kodim 1425/Jeneponto, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, memantau langsung jalannya operasi di lapangan.
Baginya, kecepatan pengerjaan adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap masyarakat yang telah menunggu lama.
“Kami terus mengoptimalkan waktu dan tenaga di lapangan agar seluruh sasaran fisik dapat tercapai sesuai rencana. Sinergi antara TNI dan masyarakat adalah kekuatan utama, tanpa itu, program ini tidak akan berjalan secepat ini,” tegas Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa di sela-sela kegiatan.
Letkol Inf Abdul Muthalib juga menekankan dampak strategis pembangunan ini bagi ekonomi mikro masyarakat.
“Jalan ini nantinya akan sangat membantu petani dalam mengangkut hasil panen, memperlancar akses distribusi, serta membuka keterisolasian wilayah. Inilah wujud nyata pengabdian kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jeneponto,” tambahnya penuh keyakinan.

Ia pun menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-128 ini dapat rampung tepat waktu pada akhir periode pelaksanaan, sehingga manfaatnya bisa segera dinikmati oleh warga.
Lebih Dari Sekadar Infrastruktur
TMMD ke-128 di Jeneponto membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal semen dan aspal, melainkan tentang memanusiakan hubungan dan menghidupkan semangat kebersamaan. Ketika tentara dan rakyat bekerja dalam satu barisan, tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk dihadapi.
Jalan tani yang kini sedang dibangun, adalah simbol bahwa di tangan gotong royong, keterbatasan bisa diubah menjadi peluang, dan isolasi bisa berubah menjadi konektivitas yang menyejahterakan.
Aries
(Pendim 1425/Jeneponto)












