Di balik derap langkah pembangunan jalan dan jembatan, ada jejak kaki lain yang tak kalah bermakna: “Jejak edukasi yang menyentuh jiwa”.
Selasa (5/5/2026), di salah satu halaman rumah warga di Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, puluhan warga duduk di deretan kursi plastik dan mata tertuju pada narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Polkes Kodim, dan Puskesmas Arungkeke.
Mereka sedang menyimak nasihat yang akan mengubah cara pandang tentang kesehatan.
Inilah wajah nyata TMMD ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto yang tak hanya membangun infrastruktur, tapi juga membangun kesadaran.
Melalui kolaborasi apik dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Polkes Kodim, dan Puskesmas Arungkeke, Satgas TMMD menggelar penyuluhan kesehatan yang menyentuh akar kehidupan warga.
Dari Asap Rokok hingga Kebersihan Lingkungan: Pesan yang Menyentuh Hati
Kabid Dinas Kesehatan Jeneponto, Abdul Rahman Akmal, SKM., M.Kes., hadir bukan sebagai birokrat, tapi sebagai sahabat yang peduli.
Dengan bahasa yang sederhana namun tajam, ia menyampaikan:
“Kesehatan bukan pengeluaran, ini investasi jangka panjang untuk keluarga kita. Jangan biarkan asap rokok merenggut napas anak cucu kita. Perokok aktif maupun pasif sama-sama berisiko terkena gangguan pernapasan hingga serangan jantung.”
Ia pun mengajak warga memulai dari hal kecil seperti mencuci tangan pakai sabun, membuang sampah pada tempatnya, dan membersihkan selokan secara rutin.
“Lingkungan bersih bukan soal estetika semata. Ini adalah benteng pertama melawan penyakit menular. Kesadaran kolektif inilah yang akan menjadikan Arpal desa sehat, produktif, dan berdaya,” tegasnya disambut anggukan warga.
TMMD, Membangun Desa dari Dalam ke Luar
Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, menegaskan filosofi di balik kegiatan ini:
“TMMD tidak hanya tentang beton dan aspal. Kami percaya: desa yang kuat lahir dari manusia yang sehat, sadar, dan berdaya. Edukasi kesehatan adalah fondasi tak kasat mata yang sama pentingnya dengan jalan yang kami bangun.”
Ia menambahkan, kegiatan non-fisik seperti ini sengaja dirancang untuk menyentuh aspek kemanusiaan membekali warga dengan pengetahuan yang akan mereka wariskan pada generasi berikutnya.
Antusiasme yang Tak Terbendung
Tak hanya mendengar, warga aktif bertanya. Seorang ibu muda bertanya tentang cara mengatasi diare pada anak dan seorang petani menanyakan pentingnya cuci tangan setelah bekerja di sawah.
Tenaga kesehatan yang hadir langsung memberikan respons hangat dan solusi praktis.
Kehadiran Kasdim 1425/Jeneponto, Kapolkes Kodim, dan Kepala Puskesmas Arungkeke, memperkuat pesan: negara hadir, bukan hanya dalam proyek, tapi dalam perhatian.
Jejak yang Ditinggalkan: Kesadaran, Bukan Sekadar Sertifikat
Saat matahari mulai condong ke barat, warga pulang membawa lebih dari sekadar brosur.
Mereka membawa komitmen:
– Untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.
– Untuk mengingatkan keluarga berhenti merokok.
– Untuk menjaga kebersihan sebagai kebiasaan, bukan kewajiban sesaat.
“Semangat kebersamaan ini harus terus hidup,” pesan Dansatgas.
“Kesehatan adalah tanggung jawab kita semua. Dengan sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat, Desa Arpal akan menjadi contoh desa sehat yang mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.
Di tengah gema TMMD yang sering dikaitkan dengan beton dan sekop, hari itu Desa Arpal membuktikan bahwa pembangunan sejati dimulai ketika pikiran dan hati warga ikut dibangun. Dan di sanalah, investasi kesehatan benar-benar berbuah harapan.

(Narasi: Ar1es)
(Editor: IzZack)
TMMDke128
#JenepontoSehat
#MembangunDariHati












