Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi refleksi penting bagi seluruh umat Muslim, termasuk kalangan aktivis mahasiswa dan generasi muda.
Di tengah dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks, semangat pengorbanan dan keikhlasan dinilai tetap relevan untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan sosial maupun spiritual.

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M, Sekretaris Umum Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PC SEMMI) Kabupaten Bantaeng, Amri Cinrana, menyampaikan ucapan selamat Idul Adha kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar SEMMI Bantaeng.
Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan yang identik dengan gema takbir dan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, hari raya kurban merupakan momentum untuk menanamkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Idul Adha mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu berasal dari apa yang kita miliki, tetapi dari apa yang mampu kita lepaskan dengan ikhlas demi kebaikan bersama,” ujar Amri, Selasa 9 Dzulhijjah 1447 H, (26/5/2026).
Ia menilai kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan hanya sebatas sejarah yang dikenang setiap tahun, melainkan simbol ketaatan dan keteguhan iman yang patut diteladani oleh seluruh umat Islam, terutama generasi muda.
“Keteladanan Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa ketaatan kepada Allah SWT membutuhkan keberanian untuk mengorbankan sesuatu yang paling dicintai. Nilai inilah yang harus dihidupkan kembali di tengah kehidupan modern yang cenderung materialistik,” lanjutnya.
Amri juga menyoroti bahwa semangat kurban saat ini terkadang hanya dipahami sebatas ritual seremonial. Padahal, esensi Idul Adha sejatinya terletak pada tumbuhnya rasa empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kita sering menghitung berapa banyak hewan kurban yang disembelih, tetapi lupa menghitung seberapa besar kepedulian yang tumbuh dalam hati kita. Kurban bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang bagaimana kita mampu hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Lebih jauh, ia mengajak para pemuda untuk memaknai pengorbanan dalam arti yang lebih luas, seperti meluangkan waktu untuk keluarga, tenaga untuk masyarakat, hingga mengorbankan ego demi menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.
“Pengorbanan terbesar sejatinya bukan pada harta, melainkan pada keikhlasan hati. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini, nilai-nilai Idul Adha semakin penting untuk memperkuat solidaritas dan semangat berbagi,” tegas Amri.
Ia menambahkan, Idul Adha juga harus menjadi momentum introspeksi diri untuk “menyembelih” sifat-sifat buruk dalam diri manusia, seperti keserakahan, egoisme, dan sikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Jika kita mampu menghilangkan sifat-sifat buruk itu, maka Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi jalan menuju perubahan diri dan perbaikan sosial,” imbuhnya.
Di akhir pernyataannya, Amri Cinrana bersama keluarga besar PC SEMMI Bantaeng menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M kepada seluruh masyarakat.
“Semoga kita tidak hanya merayakan, tetapi juga mampu memaknai nilai-nilai luhur Idul Adha dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

KELUARGA BESAR SERIKAT MAHASISWA MUSLIMIN INDONESIA (SEMMI) CABANG BANTAENG
mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M.












