Beranda / Makassar / Fatayat NU Sulsel Gelar Konferwil di Makassar, Ketua PC Bantaeng Soroti Tantangan AI dan Literasi Digital

Fatayat NU Sulsel Gelar Konferwil di Makassar, Ketua PC Bantaeng Soroti Tantangan AI dan Literasi Digital

Konferensi Wilayah (Konferwil) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Selatan resmi digelar mulai 14 hingga 16 Agustus 2026 di Hotel Aryaduta, Makassar.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan, termasuk kehadiran lengkap Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PC Fatayat NU Kabupaten Bantaeng.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Bantaeng, Ahriana S., S.KM., M.AKK., menyampaikan bahwa forum Konferwil ini tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum strategis untuk membaca dan merespons tantangan zaman yang kian dinamis.

“Semoga Konferwil ini berjalan lancar, penuh kekeluargaan, dan menghasilkan keputusan yang terbaik untuk Fatayat NU Sulawesi Selatan. Bagi kami, yang penting bukan hanya siapa yang menjadi pemimpin berikutnya, tetapi bagaimana organisasi ini bisa terus berkembang dan menjawab kebutuhan kader,” ujar Ahriana, Jumat (14/8/2026).

Dalam pandangannya, salah satu isu krusial yang harus menjadi perhatian bersama adalah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) serta masifnya penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Sekarang kita hidup di zaman yang berbeda. AI berkembang sangat cepat, media sosial juga sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Ini tentu ada manfaatnya, tetapi ada juga tantangannya,” tambahnya.

Ahriana menegaskan, perempuan muda yang tergabung dalam Fatayat NU harus memiliki literasi digital yang mumpuni agar tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan mampu mengelolanya secara bijak dan bertanggung jawab.

“Perempuan Fatayat harus melek teknologi. Kita harus bisa memanfaatkan AI dan media sosial untuk belajar, bekerja, berwirausaha, dan menyampaikan hal-hal yang positif. Jangan sampai ruang digital justru dipenuhi oleh informasi yang tidak benar, hoaks, atau konten yang merugikan perempuan dan anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kader Fatayat NU memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di ruang digital, khususnya dalam meluruskan berbagai disinformasi yang kerap beredar di tengah masyarakat.

“Banyak persoalan di masyarakat sekarang berawal dari informasi yang salah. Karena itu, kader Fatayat harus bisa menjadi penengah yang memberikan informasi benar dan bermanfaat, apalagi kita punya banyak kader yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial,” tutur Ahriana.

Ia berharap ke depan, penguatan kapasitas kader Fatayat NU tidak hanya berfokus pada aspek manajerial organisasi, tetapi juga merambah ke berbagai keahlian adaptif lainnya.

“Kita perlu kader yang bisa berorganisasi, tetapi juga punya kemampuan lain. Ada yang kuat di bidang digital, kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, komunikasi, dan bidang-bidang lainnya. Semua itu penting untuk menghadapi tantangan ke depan,” imbuhnya.

Menanggapi dinamika pemilihan kepemimpinan dalam Konferwil, Ahriana memandang proses estafet kepemimpinan sebagai hal yang lumrah dan wajar dalam sebuah organisasi yang sehat.

“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, kita berharap bisa melanjutkan apa yang sudah baik dan memperbaiki apa yang masih kurang. Kita semua tetap satu keluarga besar Fatayat NU,” ujarnya.

Ia menutup pandangannya dengan harapan agar seluruh hasil keputusan Konferwil dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan dampak langsung bagi kemaslahatan umat serta masyarakat luas.

“Harapan saya sederhana. Fatayat NU Sulawesi Selatan semakin kuat, kadernya semakin banyak yang berdaya, dan organisasi ini semakin hadir di tengah masyarakat. Jangan hanya ramai ketika ada kegiatan, tetapi benar-benar punya manfaat,” pungkasnya.

“Teknologi boleh berubah, AI boleh semakin maju, tetapi nilai, akhlak, dan kepedulian kepada sesama jangan sampai hilang. Kita harus bisa mengikuti zaman, tetapi tetap punya pegangan.”

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *