Langkah besar menuju penguatan pertahanan dan pembangunan wilayah di Kabupaten Bantaeng mulai memasuki babak baru.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng bersama Kodim 1410 menggelar audiens strategis untuk memaparkan rencana tata batas areal lahan Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Kodam XIV/Hasanuddin, Kamis (7/5/2026).

Pembangunan yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan RI ini direncanakan berlokasi di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bantaeng dan dimulai Pukul 14:00 Wita tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Dandim 1410/Bantaeng terkait permohonan audiens guna menyelaraskan persepsi antar instansi.

Membangun Kesepahaman dan Dukungan
Dandim 1410/Bantaeng, Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, dalam paparannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar proses penataan batas lahan berjalan lancar.

Ia berharap adanya dukungan penuh dari legislatif maupun eksekutif demi percepatan pembangunan fisik markas tersebut.

“Kami berharap terbangun kesepahaman dan dukungan dari DPRD serta Pemkab Bantaeng. Dukungan ini sangat krusial agar proses pembangunan YTP di Desa Bonto Lojong bisa segera dimulai,” ujar Letkol Husni.
Apresiasi dari Legislator
Rencana ini disambut hangat oleh jajaran DPRD Bantaeng.
Wakil Ketua II DPRD Bantaeng, Hj. Jumrah, mengungkapkan rasa syukur dan dukungan emosionalnya mengingat lokasi pembangunan tersebut berada di tanah kelahirannya.
“Kecamatan Uluere adalah kampung halaman saya sekaligus basis daerah pemilihan saya di Pilcaleg kemarin. Ini adalah kabar baik bagi masyarakat, dan saya sangat mendukung agar rencana ini segera terealisasi,” ungkap Hj. Jumrah penuh optimisme.

Senada dengan hal tersebut, legislator dari Gerindra, M. Amhi, memberikan pernyataan filosofis mengenai pentingnya sinergi antara aspek pertahanan dan pembangunan wilayah.
“Tangan kiri untuk kepentingan Batalyon Infanteri, tangan kanan untuk kepentingan pembangunan. Sinergi ini adalah kunci keberhasilan bangsa,” tegas Amhi.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Yonif TP adalah simbol kehadiran negara yang memberikan rasa aman serta harapan baru bagi kedaulatan NKRI.
Kolaborasi Lintas Instansi
Audiens ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan aspek legalitas, tata ruang, dan administrasi terpenuhi, di antaranya:
– Asisten Bidang Pemerintahan Setda Bantaeng.
– Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan.
– Dinas Pertanian serta Bidang Tata Ruang Dinas PUPR.
– Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan BPKAD.
– Bagian Pemerintahan dan Bagian Hukum Setda Bantaeng.
– Kepala Desa Bonto Lojong.

Pembangunan Batalyon Teritorial

Pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperkuat aspek militer di wilayah Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan sosial melalui kemanunggalan TNI dengan rakyat di Kabupaten Bantaeng.












