Jeneponto – Di Dusun Arungkeke, Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, setiap sapuan adukan semen di dinding rumah bukan sekadar proses konstruksi.
Itu adalah goresan harapan yang perlahan-lahan mengubah mimpi dua keluarga menjadi kenyataan.
Minggu (3/5/2026), progres Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto telah mencapai 60 persen, memasuki tahap krusial yakni plesteran dinding.
Di lokasi, suasana penuh semangat terasa. Personel Satgas TMMD, anggota Polri, dan warga setempat bekerja bahu-membahu, meratakan permukaan dinding dengan ketelitian tinggi.
Mereka tahu, fondasi kekuatan dan kerapian sebuah bangunan dimulai dari tahap ini. Aktivitas berlangsung serentak di beberapa sisi bangunan, menciptakan ritme kerja yang harmonis dan stabil.
Meski atap belum terpasang, bentuk rumah baru milik pasangan Jusman/Dahlia dan Burhanuddin/Emmi Erfiana sudah mulai terlihat jelas.
Setiap bagian yang diselesaikan adalah penanda nyata bahwa komitmen TNI untuk hadir di tengah masyarakat bukan sekadar janji, tapi aksi nyata.

Sinergi TNI-Polri-Warga: Rahasia di Balik Progres Cepat
Dansatgas TMMD ke-128 sekaligus Dandim 1425/Jeneponto, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, menjelaskan bahwa keberhasilan mencapai progres 60 persen ini tidak lepas dari sinergi luar biasa antara TNI, Polri, dan masyarakat.
“Kami terus mengingatkan personel agar tetap memperhatikan kualitas pekerjaan, terutama pada tahap plesteran ini, karena akan sangat berpengaruh pada hasil akhir bangunan,” ujar Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa.
Ia menambahkan, kebersamaan yang terjalin di lapangan adalah kunci utama yang membuat pekerjaan berjalan lancar dan sesuai target.
“Inilah wujud nyata dari semangat ‘TNI Manunggal Rakyat’. Bukan hanya membangun rumah, tapi juga membangun ikatan sosial yang kuat,” tegasnya.

Lebih dari Sekadar Program Fisik
Program RTLH ini merupakan bagian integral dari TMMD ke-128 yang berlangsung selama satu bulan penuh (22 April – 21 Mei 2026).
Lebih dari itu, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Program Unggulan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian layak.
Bagi keluarga Jusman dan Burhanuddin, rumah baru ini adalah jawaban atas doa panjang mereka.
Selama ini, mereka harus bertahan di hunian yang kondisinya memprihatinkan. Kini, dinding-dinding yang sedang dirapikan itu adalah simbol dari masa depan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.
“Harapan kami, seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai, sehingga rumah ini benar-benar bisa memberikan manfaat bagi keluarga penerima,” tutup Dansatgas.
Di tengah hamparan tanah Arungkeke yang kering, semangat gotong royong terus mengalir deras. Dinding yang kini mulai rapi bukan hanya menjadi pelindung dari panas dan hujan, tapi juga menjadi saksi bisu atas kehadiran negara yang peduli dan hadir untuk rakyatnya.

*(Ar1es).












