Makassar, 11 Agustus 2026.
Produk olahan lokal kawasan kepulauan sering kali menyimpan potensi rasa yang khas, namun terkendala oleh kemasan dan keterbatasan jangkauan pasar.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdi dari Universitas Negeri Makassar (UNM) turun langsung memoles potensi Kue Khas Doi-Doi di Pulau Kulambing, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Melalui skema pendanaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UNM, program pengabdian bertajuk “Pemberdayaan Usaha Mikro Melalui Inovasi Kemasan dan Pemasaran Digital” ini diluncurkan untuk memacu daya saing UMKM pesisir.
Ketua Tim Pengabdi UNM, Pahrul, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa Kue Doi-Doi memiliki cita rasa otentik yang diminati banyak orang.
Namun, perkembangannya selama ini tertahan akibat kemasan yang terlampau sederhana serta pola jualan yang hanya mengandalkan pasar konvensional setempat.
“Melalui program ini, kami menghadirkan dua solusi utama bagi para pelaku usaha mikro di Pulau Kulambing,” kata Pahrul.
Solusi mendasar tersebut mencakup:
1. Inovasi Kemasan
Perancangan wadah produk yang modern, higienis, dan estetis guna mendongkrak nilai jual serta daya tarik di mata konsumen.
2. Pemasaran Digital
Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan media sosial hingga platform e-commerce, sehingga produk lokal mampu menembus pasar nasional tanpa terhalang geografis.
Guna memastikan pemberdayaan berjalan komprehensif, Pahrul berkolaborasi dengan jajaran dosen ahli lintas disiplin, yakni Mahmuddin, S.Sos., M.Si., Dr. Nur Halim, SE., M.Si., Andi Anggi Kemalasari, S.E., M.M., dan Asmayanti, S.E., M.M.
Intervensi teknologi dan manajerial ini diharapkan mampu mengakselerasi kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan kemasan yang representatif dan strategi pemasaran serba digital, volume penjualan Kue Doi-Doi diproyeksikan meningkat pesat.
Pemanfaatan dana PNBP ini menegaskan komitmen UNM dalam memfasilitasi hilirisasi riset dan pengabdian dosen, khususnya dalam menjawab persoalan riil ekonomi masyarakat perdesaan dan kepulauan.










