Bantaeng, 22 Juli 2026.
Dinamika menuju Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bantaeng mulai menunjukkan geliat.
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai bakal calon Ketua Umum, salah satunya Jabal Nur, yang akrab disapa Nanring.
Jabal Nur secara terbuka menyatakan kesiapannya maju dalam kontestasi Musda DPD KNPI Bantaeng dengan membawa visi bertajuk “Pemuda Mendengar dan Bergerak”, sebuah gagasan yang menempatkan aspirasi pemuda sebagai pijakan utama dalam setiap langkah organisasi.
Kehadiran Jabal Nur dinilai menjadi warna baru dalam persaingan menuju kursi Ketua DPD KNPI Bantaeng.
Di tengah harapan agar KNPI kembali menjadi rumah besar pemuda yang produktif dan berdaya saing, ia menawarkan pendekatan kepemimpinan yang mengedepankan dialog, kolaborasi, dan aksi nyata.
“KNPI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang hidup menjelang Musda. KNPI harus hadir setiap hari, mendengar, bergerak, dan menjadi solusi bagi persoalan pemuda,” demikian pesan yang menjadi inti dari visi yang diusung Jabal Nur.
Dalam materi deklarasinya, Jabal Nur memperkenalkan empat komitmen utama yang akan menjadi arah perjuangannya apabila mendapat amanah memimpin KNPI Bantaeng.
Keempat komitmen tersebut meliputi mendengar aspirasi pemuda, menghadirkan solusi nyata melalui gerakan yang berdampak, memperkuat kolaborasi dan solidaritas antarorganisasi kepemudaan, serta bersama-sama mendorong kemajuan Kabupaten Bantaeng.
Musda Bukan Sekadar Perebutan Jabatan
Musyawarah Daerah KNPI dipandang bukan hanya sebagai agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah organisasi kepemudaan beberapa tahun ke depan.
Di berbagai daerah, Musda menjadi ruang konsolidasi sekaligus regenerasi kepemimpinan yang diharapkan mampu melahirkan ide-ide segar dan program yang berpihak kepada kepentingan generasi muda.
Dalam konteks tersebut, kemunculan Jabal Nur dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi organisasi yang sehat, di mana kompetisi tidak hanya bertumpu pada figur, tetapi juga pada pertarungan gagasan dan visi membangun KNPI yang lebih relevan dengan kebutuhan pemuda masa kini.
“Karena Panggilan Adalah Sebuah Keharusan”
Mengusung tagline “Karena Panggilan Adalah Sebuah Keharusan”, Jabal Nur menegaskan bahwa keputusannya maju sebagai calon Ketua DPD KNPI Bantaeng berangkat dari keinginan untuk menghadirkan organisasi yang lebih aktif, terbuka, inklusif, dan dekat dengan seluruh elemen kepemudaan.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai pelayanan, inovasi, adaptasi terhadap perkembangan zaman, kejujuran, amanah, kepedulian, serta pemberdayaan pemuda sebagai kekuatan utama pembangunan daerah.
Melalui tagar #PemudaBersatuBantaengMaju, Jabal Nur mengajak seluruh organisasi kepemudaan dan generasi muda menjadikan Musda sebagai ruang memperkuat persatuan, memperkaya gagasan, dan membangun sinergi demi kemajuan Bantaeng.
Seiring semakin dekatnya pelaksanaan Musda DPD KNPI Kabupaten Bantaeng, perhatian publik kini tertuju pada dinamika yang berkembang.
Mampukah semangat “Pemuda Mendengar dan Bergerak” yang diusung Jabal Nur mengubah peta persaingan dan meraih kepercayaan mayoritas pemilik suara?
Jawabannya akan ditentukan dalam forum Musda yang akan datang.






