Beranda / Bantaeng / Aktivis Wawan Chopel: Pemkab Bantaeng Jangan Tutup Mata Terhadap Sekolah Rusak di Bonto Lojong Uluere

Aktivis Wawan Chopel: Pemkab Bantaeng Jangan Tutup Mata Terhadap Sekolah Rusak di Bonto Lojong Uluere

Kondisi memprihatinkan yang dialami SD Negeri 75 Kayu Tanning dan SD Kelas Jauh 35 Lannying di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, terus menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan.

Salah satu kritik keras datang dari Wawan Copel, yang menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar warga negara yang wajib dijamin penuh oleh pemerintah daerah.

Wawan menilai, kerusakan sejumlah ruang kelas yang dibiarkan berlarut-larut sejak tahun 2024 hingga pertengahan tahun 2026 ini merupakan rapor merah bagi pelayanan publik.

Menurutnya, puluhan siswa yang setiap hari menuntut ilmu tidak sepantasnya dikorbankan untuk belajar di bawah atap yang bocor, dinding lapuk, dan struktur bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk tidak tutup mata terhadap kondisi sekolah-sekolah di pelosok. Anak-anak di Uluere memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak sebagaimana siswa yang berada di pusat kota,” tegas Wawan Copel kepada media. Selasa malam, (26 Juni 2026).

Menyoroti Ketimpangan Fasilitas Pendidikan

Lebih lanjut, Wawan menambahkan bahwa sektor pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Keterlambatan dalam merehabilitasi fasilitas sekolah dinilai hanya akan memperlebar jurang ketimpangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan pelosok desa.

Ia juga mempertanyakan ketidakjelasan informasi yang diterima pihak sekolah mengenai rencana renovasi bangunan yang hingga kini terus berubah-ubah tanpa kepastian konkret.

* Tuntutan Utama:
Mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng segera merilis kepastian anggaran.

* Target Waktu:
Meminta transparansi jadwal eksekusi rehabilitasi agar tidak ada lagi penundaan.

* Dampak Buruk:
Lambannya penanganan dinilai mengorbankan psikologis anak dan kenyamanan belajar mengajar.

“Pemerintah harus hadir memberikan kepastian, bukan justru membiarkan para guru dan siswa berada dalam pusaran ketidakjelasan. Jangan sampai anak-anak terus menjadi korban akibat lambannya penanganan infrastruktur pendidikan,” lanjutnya.

Desak Bupati Turun Tangan Ke Lapangan

Di akhir pernyataannya, Wawan Copel meminta Bupati Bantaeng beserta jajaran pemangku kepentingan terkait untuk melakukan peninjauan langsung (cross-check lapangan) ke Desa Bonto Lojong.

Dengan melihat langsung, diharapkan pembuat kebijakan dapat merasakan kesulitan nyata yang dihadapi para siswa dan tenaga pendidik setiap harinya.

“Pendidikan bukan sekadar janji manis dalam program pembangunan. Pendidikan adalah kebutuhan mendasar masyarakat. Pemerintah harus segera bertindak sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kondisi bangunan sekolah yang semakin rapuh,” pungkasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *