Beranda / Bantaeng / Tanam Ratusan Mangrove di Pantai Ujung La’bu, KKN 79 UIN Alauddin Gandeng Kodim 1410 Bantaeng dan Instansi Daerah

Tanam Ratusan Mangrove di Pantai Ujung La’bu, KKN 79 UIN Alauddin Gandeng Kodim 1410 Bantaeng dan Instansi Daerah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar Kecamatan Bantaeng menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Sebanyak 90 mahasiswa KKN dari seluruh posko desa dan kelurahan se-Kecamatan Bantaeng terlibat dalam aksi penanaman mangrove di kawasan Pantai Ujung La’bu, Kelurahan Lembang. Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 Wita tersebut merupakan program kerja utama tingkat kecamatan KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar.

Aksi ini digelar melalui kolaborasi dengan Kodim 1410 Kabupaten Bantaeng serta melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah dan instansi terkait.

Penanaman mangrove tersebut menjadi langkah konkret mahasiswa dalam merespons persoalan lingkungan, khususnya ancaman abrasi dan keberlangsungan ekosistem kawasan pesisir.

Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar, Ariel Putra Pratama, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari pemenuhan program kerja mahasiswa selama menjalankan KKN.

Menurutnya, penanaman mangrove merupakan bentuk kontribusi mahasiswa terhadap upaya menjaga lingkungan sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya ekosistem pesisir.

“Program ini merupakan salah satu bentuk nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap ratusan bibit mangrove yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan membawa manfaat ekologis jangka panjang bagi warga di sekitar Pantai Ujung La’bu,” ujar Ariel Putra Pratama di sela-sela kegiatan.

Gandeng TNI hingga Instansi Pemerintah

Aksi penghijauan kawasan pesisir ini mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintah dan instansi terkait.

Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi turut hadir langsung memantau sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove.

Di antaranya Camat Bantaeng, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Bantaeng, perwakilan BPBD Kabupaten Bantaeng, Basarnas, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantaeng, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi antara mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika dengan TNI, pemerintah daerah, dan lembaga teknis dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan lintas sektor tersebut juga menjadi pengalaman penting bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Diperlukan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, aparat, serta instansi yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang lingkungan maupun pesisir.

Mangrove Jadi Benteng Alami Pesisir Bantaeng

Penanaman mangrove di Pantai Ujung La’bu diharapkan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. Selain membantu menjaga kawasan pesisir, keberadaan mangrove juga diharapkan dapat menjadi salah satu benteng alami dalam menghadapi ancaman abrasi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi muda mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Mahasiswa KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar berharap bibit-bibit yang telah ditanam tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dirawat dan dipantau keberlangsungannya sehingga benar-benar tumbuh menjadi vegetasi pesisir yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kolaborasi antara KKN 79 UIN Alauddin Makassar, Kodim 1410 Bantaeng, pemerintah daerah, dan sejumlah instansi terkait diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menjaga kawasan pesisir.

Lebih dari sekadar menanam pohon, aksi tersebut menjadi pesan bahwa menjaga pesisir adalah tanggung jawab bersama.

Dari Pantai Ujung La’bu, mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar mencoba menanam bukan hanya ratusan bibit mangrove, tetapi juga kesadaran bahwa kelestarian lingkungan hari ini merupakan investasi bagi kehidupan masyarakat Bantaeng di masa mendatang.**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *