Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar mengajak masyarakat pesisir Pantai Letta untuk semakin cerdas dan kritis dalam menyikapi arus informasi digital.
Ajakan tersebut diwujudkan melalui program kerja sosialisasi literasi digital bertajuk “Desa Tanpa Hoax” yang digelar pada Selasa (8/9/2026) mulai pukul 15.30 Wita di kawasan pesisir Pantai Letta.
Kegiatan berlangsung hangat dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir.
Mengangkat tema “Bijak Menerima Informasi, Cerdas Sebelum Berbagi Bersama Mewujudkan Desa Tanpa Hoax”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menyaring dan memverifikasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
Dalam pemaparannya, narasumber utama Ismul Alam Basir, S.STP., M.AP. menjelaskan berbagai bahaya informasi palsu atau hoax serta dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Ia menekankan bahwa penyebaran informasi yang belum terverifikasi tidak hanya dapat menimbulkan kesalahpahaman, tetapi juga berpotensi memicu keresahan hingga mengganggu keharmonisan di tengah masyarakat.
Karena itu, masyarakat didorong untuk membangun kebiasaan sederhana sebelum membagikan sebuah informasi, yakni berhenti sejenak, bersikap kritis, memeriksa sumber, dan memastikan kebenaran informasi yang diterima.
Pesan tersebut dinilai semakin penting di tengah pesatnya penggunaan media sosial dan aplikasi percakapan yang memungkinkan sebuah informasi menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang lainnya.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Lurah Letta, Marwati, S.Tr.Sos., M.M., jajaran ketua RT/RW se-Kelurahan Letta, tokoh masyarakat, serta warga di sekitar kawasan pesisir Pantai Letta.
Dalam sambutannya, Marwati menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar yang menghadirkan edukasi literasi digital di tengah masyarakat.
Menurutnya, edukasi mengenai kemampuan memilah informasi sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya agar warga tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun kabar yang belum jelas kebenarannya.
“Desa Tanpa Hoax” diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan sosialisasi, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun budaya bermedia digital yang lebih sehat di lingkungan Kelurahan Letta.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar berharap masyarakat Kelurahan Letta semakin tangguh menghadapi derasnya arus informasi digital, mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, serta turut menjadi bagian dari gerakan masyarakat yang cerdas bermedia dan bebas dari sebaran kabar bohong.
Dengan semangat bijak menerima informasi dan cerdas sebelum berbagi, Kelurahan Letta diharapkan mampu menjadi lingkungan yang tidak hanya aktif memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki ketahanan literasi informasi yang kuat.












