Jakarta – Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam upaya melawan dan memberantas praktik “Serakahnomics” yang dinilai menjadi penghambat terwujudnya demokrasi ekonomi di Indonesia.
Sekretaris Jenderal PB SEMMI, Ahmad Marzuki Toekan, dalam keterangannya menegaskan bahwa Serakahnomics merupakan musuh bersama yang harus dilawan secara kolektif oleh seluruh elemen bangsa.
PB SEMMI, kata dia, siap berdiri bersama pemerintah dalam memastikan praktik-praktik ekonomi yang sarat kepentingan segelintir pihak dapat dihentikan.
Menurutnya, serakahnomics menjadi salah satu sumber utama persoalan ekonomi nasional.
Konsentrasi penguasaan sumber daya dan akses ekonomi oleh segelintir kelompok telah menyebabkan tidak terwujudnya demokrasi ekonomi yang sejatinya menjadi amanat konstitusi.
Kondisi tersebut berdampak pada ketimpangan, terbatasnya partisipasi rakyat dalam kegiatan ekonomi, serta melemahnya kemandirian ekonomi masyarakat.
“Salah satu instrumen kebijakan seperti Koperasi Desa Merah Putih pada dasarnya memiliki spirit yang sangat baik untuk mendorong demokrasi ekonomi dan memberikan ruang keterlibatan yang lebih besar bagi rakyat dalam aktivitas perekonomian. Namun, kebijakan tersebut perlu pengawalan serius dari kalangan intelektual dan masyarakat sipil agar benar-benar berpihak kepada rakyat dan tidak menyimpang dari tujuan awalnya,” kata Ahmad Marzuki Toekan. Sabtu, (28/02/2026).
PB SEMMI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan ekonomi nasional agar berpijak pada prinsip keadilan, pemerataan, dan kedaulatan rakyat.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, PB SEMMI optimistis demokrasi ekonomi dapat terwujud demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.***












