Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Kecamatan Bantaeng terus mematangkan persiapan program kerja kolaboratif bertajuk Festival Budaya Maritim & Agraris “Butta Toa 2026”.
Festival yang digagas secara bersama oleh sembilan posko KKN yang tersebar di wilayah Kecamatan Bantaeng tersebut tidak hanya mengusung semangat pelestarian budaya, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan pesisir.
Sebagai langkah awal pematangan konsep dan persiapan teknis, tim panitia bersama jajaran koordinator melaksanakan peninjauan atau cek lokasi pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Kegiatan survei lapangan dipimpin langsung oleh Koordinator Kecamatan KKN 79 UIN Alauddin Makassar, Ariel Putra Pratama, bersama Sekretaris Koordinator Kecamatan, A Jaelani Palanna M. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sekaligus memetakan berbagai kebutuhan teknis yang akan menunjang pelaksanaan festival.
Salah satu agenda utama yang dipersiapkan dalam festival tersebut adalah aksi penanaman pohon mangrove.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa KKN terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus upaya menanamkan kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
Gagasan penanaman mangrove tersebut diusulkan oleh Koordinator Desa/Kelurahan (Kordes/Korlur) Posko 4 Kelurahan Lembang, M. Ryhan Bachtiar. Usulan tersebut kemudian mendapat dukungan dan disepakati bersama sebagai salah satu bagian penting dalam rangkaian Festival Budaya Maritim & Agraris Butta Toa 2026.
Kegiatan cek lokasi juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarmahasiswa KKN 79 UINAM Kecamatan Bantaeng. Hal tersebut terlihat dari kehadiran para pimpinan posko dalam peninjauan lapangan.
Sejumlah Kordes yang hadir di antaranya Kordes Posko 1 Letta, Ahmad Gimbastiar; Kordes Posko 3 Tappanjeng, Nur Salnah Saleh; Kordes Posko 5 Lamalaka, Budiman; Kordes Posko 6 Malilingi, M. Hufaidz Dzaky; Kordes Posko 8 Onto, Mona Marissa; serta Kordes Posko 9 Kayu Loe, A. Mukmin.
Sementara itu, Posko 2 Pallantikang dan Posko 7 Karatuang turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan delegasi sebagai bentuk dukungan terhadap program kolaboratif tingkat kecamatan.
Koordinator Kecamatan KKN 79 UINAM Kecamatan Bantaeng, Ariel Putra Pratama, mengatakan Festival Budaya Maritim dan Agraris Butta Toa 2026 dirancang sebagai ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi budaya, maritim, dan agraris yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Bantaeng.
Menurutnya, perpaduan antara kegiatan kebudayaan dan aksi pelestarian lingkungan diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Festival ini tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan budaya dan potensi maritim serta agraris Bantaeng, tetapi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata terhadap lingkungan, salah satunya melalui aksi penanaman mangrove,” ujarnya.
Ia menambahkan, peninjauan lokasi merupakan bagian penting dari proses persiapan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara terarah dan maksimal.
Dengan selesainya tahapan cek lokasi, seluruh panitia dan perwakilan posko KKN 79 UINAM Kecamatan Bantaeng menyatakan siap melanjutkan pematangan konsep dan persiapan teknis. Kolaborasi antarsembilan posko tersebut diharapkan mampu menghadirkan Festival Budaya Maritim dan Agraris Butta Toa 2026 yang tidak hanya semarak secara budaya, tetapi juga meninggalkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 79 UINAM berupaya menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pelestarian budaya, kepedulian ekologis, serta kolaborasi bersama masyarakat dan pemerintah daerah.**












