Jajaran Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Bantaeng terus mengasah kesiapan dalam mengawal transisi hukum nasional.
Dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Arfah Tenri Ulan, S.H., para Jaksa Kejari Bantaeng mengikuti kegiatan Refleksi Semester I Implementasi KUHP/KUHAP Baru pada Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini dirangkaikan dengan momen penting, yaitu peluncuran buku monumental berjudul “Penegakan Hukum Pidana dengan Hati Nurani”.

Sarana Evaluasi dan Penguatan Kapasitas Jaksa
Keikutsertaan Kejaksaan Negeri Bantaeng dalam agenda nasional ini merupakan langkah strategis untuk mengevaluasi penerapan pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUHAP yang baru sepanjang paruh pertama tahun 2026.
Acara ini dirancang sebagai wadah memperkaya wawasan serta menyamakan persepsi para aparat penegak hukum di lapangan.
Melalui refleksi ini, para jaksa diharapkan mampu menghadapi tantangan transisi hukum dengan lebih adaptif, taktis, dan presisi.
Menegakkan Hukum dengan Hati Nurani
Kasi Pidum Kejari Bantaeng, Arfah Tenri Ulan, S.H., menegaskan bahwa momentum peluncuran buku “Penegakan Hukum Pidana dengan Hati Nurani” menjadi pengingat penting bagi korps Adhyaksa di Bantaeng.
Penegakan hukum modern tidak lagi hanya sekadar teks undang-undang, melainkan harus menyentuh rasa keadilan di tengah masyarakat.
“Kami berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan ruh dari KUHP baru ini. Bukan hanya soal profesionalitas dan integritas, tetapi bagaimana setiap kepastian hukum yang kita perjuangkan tetap berorientasi pada keadilan yang humanis dan berhati nurani,” ujar Arfah Tenri Ulan setelah kegiatan.
Komitmen Pelayanan Hukum di Bantaeng
Dengan partisipasi aktif dalam refleksi ini, Kejaksaan Negeri Bantaeng optimis dapat terus meningkatkan mutu pelayanan hukum di Kabupaten Bantaeng.
Masyarakat diharapkan mendapatkan kepastian hukum yang lebih adil, transparan, dan responsif terhadap perkembangan zaman hukum nasional yang baru.
*(Humas Adhyaksa Bantaeng).












