Beranda / Makassar / Soroti Skandal Limbah PT KIMA, Demo SEMMI se-Sulsel Diwarnai Kericuhan dan Satu Kader Dilarikan ke RS

Soroti Skandal Limbah PT KIMA, Demo SEMMI se-Sulsel Diwarnai Kericuhan dan Satu Kader Dilarikan ke RS

Gelombang aksi unjuk rasa berskala besar melanda Kota Makassar. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) se-Sulawesi Selatan menggelar aksi demonstrasi di dua titik krusial: PT Kawasan Industri Makassar (KIMA) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Rabu (20/05/2026).

Aksi yang digelar sebagai bentuk kontrol sosial ini menyoroti dugaan bobroknya tata kelola dan kebijakan pengelolaan limbah di lingkungan PT KIMA.
Namun, situasi sempat memanas hingga mengakibatkan satu kader mahasiswa harus dilarikan ke rumah sakit.

Raport Merah Direktur Utama: Diduga Gagal Total

Dalam orasinya, SEMMI menilai kebijakan yang diambil oleh manajemen PT KIMA saat ini justru mencekik perusahaan-perusahaan yang bernaung di bawah kawasan industri tersebut.

Lemahnya fungsi pengawasan internal dinilai menjadi biang kerok rusaknya iklim usaha di kawasan BUMN tersebut.

Jenderal Lapangan SEMMI se-Sulsel, Fahrul, dengan lantang menyatakan bahwa Direktur Utama PT KIMA telah gagal total dalam menjalankan roda kepemimpinan, terutama terkait adanya indikasi kebocoran pendapatan dari sektor pengelolaan limbah.

“Kami menilai Direktur Utama PT KIMA gagal total dalam melakukan pengawasan terhadap berbagai persoalan di internal kawasan industri, khususnya terkait dugaan kebocoran pendapatan pengelolaan limbah. BUMN seharusnya menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi dan perlindungan usaha, bukan justru melahirkan persoalan baru,” tegas Fahrul di atas mobil komando.

Bawa Bukti Investigasi ke Kejati Sulsel

Usai aksi di depan kantor PT KIMA, massa aksi bergerak menuju Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Kehadiran ratusan mahasiswa ini diterima langsung oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel, Soetarmi.

Pihak Kejati menyambut baik aspirasi tersebut dan menegaskan komitmennya untuk memproses setiap laporan masyarakat sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

“Kami menunggu laporan resmi serta bukti-bukti untuk kami tindak lanjuti,” ujar Soetarmi di hadapan massa.

Merespons tantangan tersebut, Fahrul menegaskan bahwa pihaknya tidak sekadar menggertak.

SEMMI mengklaim telah memegang kartu as berupa data valid dari hasil investigasi internal mereka.

“Kami telah mengantongi beberapa bukti dan data valid hasil investigasi teman-teman terkait PT KIMA. Dalam waktu dekat, data ini akan resmi kami serahkan ke Kejati Sulsel untuk ditindaklanjuti,” sahut Fahrul.

Satu Kader Tumbang, SEMMI Resmi Polisikan PT KIMA

Sayangnya, aksi unjuk rasa yang sejatinya berjalan tertib ini harus dinodai oleh insiden represif.

Salah satu kader SEMMI Cabang Gowa dikabarkan mengalami sesak napas akut akibat terpapar semprotan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dilepaskan saat pengamanan aksi di PT KIMA.

Korban pun harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Tak tinggal diam, Pengurus Wilayah (PW) SEMMI Sulsel langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan insiden tersebut secara resmi ke Polrestabes Makassar.

Ketua Umum SEMMI Sulsel, Andi Muh Idik Indra, mengecam keras tindakan pengamanan yang dinilai berlebihan dan tidak manusiawi tersebut.

“Kami dengan tegas mengecam segala bentuk tindakan represif yang dilakukan oleh pihak PT KIMA. Penyampaian aspirasi dan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang,” kecam Idik Indra.

Ia juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku di balik jatuhnya korban dari kader mereka.

Sebagai bentuk perlawanan, SEMMI Sulsel menginstruksikan seluruh cabang untuk merapatkan barisan.

“Insiden yang menimpa kader kami dari Cabang Gowa akan kami kawal hingga tuntas. Saya mengimbau kepada seluruh kader SEMMI se-Sulawesi Selatan untuk kembali melaksanakan konsolidasi nasional. Kami tidak akan mundur,” pungkasnya secara tegas.
**(tw)**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *