Bunda PAUD Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati, secara resmi membuka kegiatan Manasik Haji Cilik Tahun 2026 yang digelar oleh Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Taman Kanak-Kanak (FKG PAI TK) Jeneponto.

Acara besar dan penuh nuansa keagamaan ini berlangsung di Tribun Lapangan Parang Passamaturukang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, pada Senin, 18 Mei 2026, dan diikuti sekitar 2.000 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Jeneponto.
Mengusung tema “Indah Belajar Ibadah, Mengenal Baitullah Sejak Dini, Menjadi Generasi Islami”, kegiatan ini bertujuan strategis untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta kecintaan terhadap ajaran Islam sejak usia emas pertumbuhan anak.
Kegiatan ini menjadi sarana pendidikan karakter yang mengenalkan Rukun Islam kelima kepada generasi muda sejak dini.
Turut hadir menyaksikan pembukaan tersebut, Ketua FKG PAI tingkat Sulawesi Selatan, Perwakilan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, para Koordinator Wilayah, Ketua organisasi pendidikan, kepala satuan pendidikan TK, PAUD, dan RA se-Kabupaten Jeneponto, serta ribuan orang tua murid yang tampak antusias mendampingi putra-putri mereka berlatih ibadah.
Bukti Kesadaran Masyarakat dalam Pendidikan Agama
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Ratna, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan ini untuk kedua kalinya.
Ia mengungkapkan, antusiasme yang luar biasa datang dari seluruh penjuru kecamatan di Jeneponto, yang dibuktikan dengan terdaftarnya sekitar 2.000 murid TK, PAUD, dan RA sebagai peserta.
“Kami sangat bersyukur dan bangga karena antusiasme luar biasa tercurah dari seluruh penjuru Kabupaten Jeneponto. Angka ini membuktikan bahwa kesadaran mendidik anak menuju jalan kebaikan sudah tertanam kuat di hati masyarakat kita,” ungkap Ratna.
Ratna juga menyampaikan terima kasih mendalam kepada Bupati Jeneponto, Bunda PAUD, Kepala Kemenag, Ketua dan pengurus Darma Wanita Kemenag, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah yang telah memberikan dukungan moril maupun materi.
Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada para orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk berpartisipasi.
“Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah kita, menjadikan kegiatan ini bermanfaat, dan melahirkan generasi penerus bangsa yang shaleh, cerdas, serta membanggakan agama, nusa, dan bangsa,” tambahnya.
Memori Masa Kecil Bekas Iman Hingga Dewasa
Sambutan dan arahan penting disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmawati, yang sekaligus menandai dibukanya kegiatan secara resmi.
Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada FKG PAI TK atas inisiatif, kerja keras, dan dedikasi menyelenggarakan program pendidikan karakter yang sangat berharga ini.
Menurut Hj. Salmawati, kegiatan manasik ini jauh lebih dari sekadar simulasi atau permainan anak-anak, melainkan sebuah instrumen pendidikan luar biasa yang menanamkan nilai tauhid, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Allah SWT.
“Memori masa kecil adalah memori yang paling kuat. Apa yang mereka lihat, dengar, dan praktikkan hari ini akan membekas dalam jiwa mereka hingga dewasa nanti,” tegas Hj. Salmawati di hadapan ribuan peserta dan warga.
Kepada anak-anak yang tampak ceria dan bersemangat mengenakan pakaian ihram, Hj. Salmawati berpesan bahwa hari ini mereka sedang berlatih menjadi “Duyufurrahman” atau tamu-tamu Allah kecil. Mereka belajar mengelilingi Ka’bah, berjalan antara Safa dan Marwah, serta memahami rukun haji lainnya dengan gembira.
“Ibu berdoa, semoga miniatur Ka’bah yang kalian kelilingi hari ini, kelak akan menjadi Ka’bah yang sesungguhnya di Tanah Suci Mekkah saat kalian dewasa nanti,” ucapnya yang langsung disambut sorak semangat riuh dari anak-anak.
Jeneponto Penghasil Generasi Islami
Di akhir sambutannya, Hj. Salmawati mengajak seluruh orang tua dan pendidik untuk bersama-sama memikul tanggung jawab dalam menanamkan pendidikan agama.
Ia menegaskan bahwa karakter anak harus dibentuk berlandaskan iman dan takwa agar tumbuh menjadi pribadi yang utuh.
“Mari kita dampingi tumbuh kembang anak-anak kita dengan pendidikan karakter berbasis agama. Mari kita jadikan Jeneponto sebagai daerah yang melahirkan generasi Islami, yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak mulia,” pungkas Hj. Salmawati.

Kegiatan Manasik Haji Cilik 2026 pun berlangsung dengan suasana khidmat namun penuh keceriaan.
Momen ini diharapkan menjadi bekal indah dan permulaan perjalanan iman yang kokoh bagi generasi penerus Kabupaten Jeneponto di masa depan.
*(Ar1es).










