Menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak bangku sekolah menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Semangat tersebut diwujudkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui pelatihan kewirausahaan terpadu bagi siswa SMK Negeri 1 Gowa.
Program yang dilaksanakan secara bertahap sepanjang Agustus 2026 di SMK Negeri 1 Gowa, Kabupaten Gowa, ini menggabungkan keterampilan produksi aksesori handmade, pengelolaan usaha mikro, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), hingga strategi pemasaran digital.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat PNBP FEB UNM Tahun 2026.
Program ini dirancang untuk membekali siswa SMK agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja secara mandiri.
Tim PkM melihat potensi kreativitas siswa yang cukup besar, namun masih membutuhkan arahan agar dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan membuat produk, tetapi juga memperkenalkan aspek penting dalam pengelolaan bisnis.
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik pembuatan berbagai aksesori handmade yang memiliki nilai estetika sekaligus nilai jual.
Mereka juga diperkenalkan pada cara menghitung HPP secara tepat sehingga mampu menentukan harga jual yang rasional, kompetitif, dan tetap memberikan keuntungan.
Tak berhenti pada proses produksi, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pemasaran digital.
Para siswa dilatih menyusun konten kreatif serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.
Pendekatan praktik dan pendampingan intensif menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Dengan metode ini, siswa tidak sekadar menerima materi secara teoritis, tetapi langsung mencoba menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam simulasi usaha.
Untuk mendukung keberlanjutan program, Tim PkM yang terdiri atas dosen dan pendamping mahasiswa turut menyerahkan modul tutorial pembuatan aksesori kepada pihak sekolah.
Modul tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi siswa maupun sekolah untuk melanjutkan proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan secara mandiri.

Ketua Tim PkM, Hasisa Haruna, mengatakan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun pola pikir kewirausahaan yang adaptif, kreatif, dan mampu bersaing di era digital.
“Kami melihat potensi kreatif yang sangat besar pada siswa SMK Negeri 1 Gowa. Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya mengajarkan cara membuat produk aksesori yang memiliki nilai jual, tetapi juga membekali mereka dengan logika penetapan harga yang tepat serta pemanfaatan media sosial untuk pemasaran digital. Harapan kami, para siswa memiliki rasa percaya diri untuk memulai usaha mandiri sejak dari bangku sekolah,” ujar Hasisa Haruna.
Pihak SMK Negeri 1 Gowa menyambut positif program kolaborasi tersebut.
Kepala SMK Negeri 1 Gowa mengapresiasi kontribusi tim dosen dan mahasiswa FEB UNM yang memberikan pengalaman praktis sekaligus memperkuat pembelajaran kewirausahaan bagi siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan bimbingan dari tim dosen dan mahasiswa. Pelatihan ini memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga dan melengkapi kurikulum pembelajaran di sekolah kami. Anak-anak kini tidak hanya tahu cara berkarya, tetapi juga paham cara menghitung modal, menentukan harga jual, dan memasarkannya secara profesional,” ungkap Kepala SMK Negeri 1 Gowa.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah tersebut diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan kompetensi siswa.
Tidak hanya terampil menghasilkan produk kreatif, para siswa juga diharapkan mampu memahami dasar-dasar pengelolaan usaha dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Melalui program ini, siswa SMK Negeri 1 Gowa diharapkan semakin percaya diri untuk mengembangkan kreativitas menjadi peluang ekonomi.
Ke depan, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal awal bagi lahirnya wirausahawan muda yang mampu membangun usaha kreatif berbasis potensi daerah secara berkelanjutan.
Gowa, 29 Agustus 2026.
Narasumber:
Hasisa Haruna, S.Pd., M.Pd.
Sudarmi, S.Pd., M.Pd.
Dr. Hj. Sumiati Tahir, M.Pd.
Dr. Hasniaty, S.E., M.Si.
Andi Reski Nurhikmah, S.M., M.M.












