Beranda / Bantaeng / Pulang ke Almamater, Alumni Lintas Generasi Gelar Muktamar IKA DDI Mattoanging Bantaeng dan Tetapkan Kepemimpinan Baru

Pulang ke Almamater, Alumni Lintas Generasi Gelar Muktamar IKA DDI Mattoanging Bantaeng dan Tetapkan Kepemimpinan Baru

Suasana penuh keakraban dan nostalgia mewarnai Aula Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng, Sabtu (5/9/2026).

Para alumni dari berbagai lintas generasi kembali pulang ke almamater untuk mengikuti Muktamar Ikatan Alumni (IKA) DDI Mattoanging Bantaeng.

Mengusung tema “Sinergi Alumni DDI Mattoanging Bantaeng, Mengokohkan Ukhuwah dan Merawat Tradisi”, muktamar tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan kembali alumni dari berbagai angkatan sekaligus meneguhkan komitmen bersama terhadap keberlanjutan dan kemajuan almamater.

Alumni yang hadir berasal dari beragam generasi, mulai dari alumni angkatan awal hingga mereka yang baru menyelesaikan pendidikan pada 2024.

Pertemuan lintas generasi itu berlangsung hangat. Ruang yang dahulu menjadi bagian dari perjalanan para alumni sebagai santri kembali menjadi tempat bertemunya mereka setelah menempuh perjalanan hidup, pendidikan, profesi, dan pengabdian di berbagai bidang.

Namun, Muktamar IKA DDI Mattoanging Bantaeng tidak sekadar menjadi ajang temu kangen.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali nilai-nilai kesantrian yang telah ditanamkan di pesantren, sekaligus merumuskan langkah bersama dalam membangun masa depan organisasi alumni dan almamater.

Dibuka Pimpinan Pondok

Muktamar IKA DDI Mattoanging Bantaeng dibuka langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng, Dr. KH. Abdul Haris, Lc., M.Ag.

Kehadiran pimpinan pondok sekaligus menjadi penanda penting bahwa hubungan antara pesantren dan para alumninya diharapkan terus terjaga, meski para santri telah menyelesaikan pendidikan dan menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Bagi para alumni, kembali ke almamater menjadi kesempatan untuk mengenang masa-masa ketika mereka masih menjadi santri sekaligus memperbarui ikatan emosional dan spiritual dengan tempat yang pernah membentuk perjalanan hidup mereka.

Panitia: Terima Kasih Telah Membuka Ruang bagi Alumni

Selaku Panitia Pelaksana, Ihya Ulumuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak Yayasan Darul Falah DDI Bantaeng yang telah memberikan ruang bagi para alumni untuk kembali berkumpul di almamater.

Menurutnya, ruang perjumpaan tersebut memiliki arti penting karena dapat mempertemukan alumni dari berbagai angkatan yang selama ini menjalani perjalanan masing-masing.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak Yayasan yang telah memberikan ruang bagi para alumni untuk kembali berkumpul di almamater. Bagi kami, perjumpaan ini bukan sekadar temu kangen, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan membangun sinergi bersama demi kemajuan DDI Mattoanging ke depan,” ungkap Ihya.

Ia berharap Muktamar dapat menjadi awal dari terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang lebih kuat di antara para alumni.

Dengan latar belakang profesi dan pengalaman yang beragam, para alumni dinilai memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.

Yayasan: Alumni Menjadi Spirit Baru Pengembangan Pesantren

Apresiasi terhadap pelaksanaan Muktamar juga disampaikan Ketua Yayasan Darul Falah DDI Bantaeng, Husnul Huluk, S.Pd.I., M.Pd.I.

Menurutnya, perjumpaan alumni lintas generasi dapat menjadi spirit baru bagi pengembangan pesantren.

Keberadaan alumni dengan pengalaman, keahlian, dan profesi yang beragam dinilai menjadi kekuatan tersendiri untuk melihat kebutuhan pesantren dari berbagai perspektif.

“Pertemuan ini menjadi spirit baru bagi pengembangan pesantren. Pondok tentu harus kita lihat dari berbagai sudut. Masih ada celah yang perlu kita benahi bersama, dan di sinilah pentingnya kolaborasi antara yayasan, pondok dan para alumni,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Yayasan Darul Falah DDI Bantaeng terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi bersama alumni selama ditujukan untuk mendukung kemajuan pesantren.

Menurutnya, alumni tidak semestinya hanya hadir dalam momentum seremonial. Lebih dari itu, alumni diharapkan dapat mengambil peran sesuai dengan kompetensi, pengalaman, dan kapasitas masing-masing.

Semangat tersebut sekaligus membuka ruang baru bagi terbangunnya hubungan yang lebih produktif antara yayasan, pesantren, dan organisasi alumni.

Pimpinan Pondok Ingatkan Alumni agar Tak Kehilangan Spirit Kesantunan

Pesan khusus disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng, Dr. KH. Abdul Haris, Lc., M.Ag., kepada seluruh alumni.

Ia mengingatkan bahwa sebesar apa pun pencapaian seseorang setelah meninggalkan pesantren, identitas sebagai santri harus tetap melekat dalam kehidupannya.

Menurutnya, alumni DDI Mattoanging memiliki kebebasan untuk menempuh berbagai profesi dan jalan pengabdian.

Ada yang menjadi praktisi pendidikan, politisi, pengusaha, birokrat, profesional, maupun menekuni berbagai bidang lainnya.

Namun, keberhasilan dalam karier dan kehidupan tidak boleh membuat alumni kehilangan spirit kesantrian yang telah ditanamkan selama berada di pesantren.

“Alumni boleh menjadi apa saja. Bisa menjadi praktisi pendidikan, politisi, pengusaha, atau profesi apa pun. Tetapi jangan sampai kehilangan spirit kesantriannya. Karena di mana pun alumni berada, harus tetap mencerminkan bahwa dirinya pernah menjadi santri, terutama melalui akhlak dan perilakunya,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi utama dalam Muktamar.

Bahwa keberhasilan seorang santri tidak semata-mata diukur dari profesi, jabatan, maupun pencapaian duniawi, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai pesantren tetap hidup dan tercermin dalam akhlak serta perilakunya.

Musyawarah Khidmat, Lahirlah Kepemimpinan Baru

Setelah rangkaian temu alumni dan refleksi, Muktamar dilanjutkan dengan agenda musyawarah dan sidang pleno.

Para peserta dari berbagai angkatan menyepakati pembentukan Majelis Alumni yang beranggotakan tujuh orang, yang kemudian disebut sebagai Tim 7.

Tim tersebut mendapatkan mandat untuk melaksanakan sidang tertutup guna memilih Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Alumni DDI Mattoanging Bantaeng.

Setelah melalui proses musyawarah, Tim 7 menetapkan:

Dr. Haedar Harun, S.Pd.I., M.Pd.
sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Alumni DDI Mattoanging Bantaeng.

Sementara itu,

Ahmad Rafiq, S.Pd., M.Si.
ditetapkan sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat IKA Alumni DDI Mattoanging Bantaeng.

Hasil keputusan tersebut kemudian dibacakan dalam Sidang Pleno Terbuka oleh pimpinan sidang, Aspar Ramli.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan sidang juga membacakan sejumlah konsideran yang menjadi bagian dari keputusan Muktamar.

Proses penetapan kepemimpinan baru berlangsung dalam suasana khidmat, tertib, dan penuh kekeluargaan.

Penetapan tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan organisasi alumni DDI Mattoanging Bantaeng.

Haedar Harun: Yang Kita Bangun Bukan Sekadar Organisasi

Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Alumni DDI Mattoanging Bantaeng, Dr. Haedar Harun, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan pesan kepada seluruh alumni.

Haedar mengaku tidak pernah meminta untuk dipilih. Namun, ketika para alumni memberikan mandat, ia menerima amanah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk almamater.

“Saya tidak pernah meminta untuk dipilih. Tetapi ketika para alumni memberikan mandat, tentu saya tidak akan menolak. Karena ini adalah amanah bersama untuk kepentingan almamater yang kita cintai,” ungkap Haedar.

Ia mengajak seluruh alumni untuk tidak menjadikan kepengurusan baru sebagai tanggung jawab segelintir orang.

Sebaliknya, IKA harus dibangun melalui kerja bersama dengan melibatkan seluruh potensi alumni.

“Mari kita bekerja bersama, atau bersama-sama bekerja demi kemajuan almamater DDI Mattoanging,” ajaknya.

Haedar juga berharap IKA mampu menjadi ruang yang mendekatkan seluruh alumni tanpa membedakan usia maupun generasi.

“Yang jauh kita dekatkan. Yang muda kita rangkul. Yang senior kita hormati. Yang sedang berjuang kita bantu. Karena yang sedang kita bangun bukan sekadar organisasi.”

Pernyataan tersebut menegaskan arah kepemimpinan baru IKA yang tidak hanya berorientasi pada struktur organisasi, tetapi juga pada penguatan hubungan kekeluargaan dan kontribusi nyata alumni.

Dari Nostalgia Menuju Asa

Muktamar IKA Alumni DDI Mattoanging Bantaeng akhirnya tidak berhenti sebagai ruang untuk mengenang masa lalu.

Lebih dari itu, Muktamar menjadi ruang untuk mempertemukan kembali alumni lintas generasi, mengokohkan ukhuwah, membuka ruang kolaborasi, sekaligus meneguhkan kembali identitas sebagai santri.

Para alumni datang dengan membawa perjalanan masing-masing.

Sebagian telah menjadi pendidik, pengusaha, politisi, birokrat, profesional, dan menjalani berbagai profesi lainnya.

Namun, di hadapan almamater, seluruh perbedaan itu kembali dipertemukan oleh satu identitas yang sama: Santri DDI Mattoanging.

Karena itu, kepemimpinan baru IKA diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempertemukan potensi alumni dengan kebutuhan almamater.

Bukan hanya menjaga hubungan antarsesama alumni, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan Pondok Pesantren DDI Mattoanging Bantaeng.

Pada akhirnya, Muktamar IKA DDI Mattoanging Bantaeng membawa sebuah pesan sederhana namun mendalam: Kita boleh meninggalkan pesantren, tetapi jangan pernah meninggalkan nilai-nilai pesantren.

Alumni bukan berarti selesai menjadi santri.

Alumni adalah santri yang melanjutkan perjalanan.

Dan dari Mattoanging, perjalanan itu kini kembali dilanjutkan dengan ukhuwah yang semakin kokoh, tradisi yang terus dirawat, serta kolaborasi yang membuka asa baru bagi almamater.

(Aspar Ramli)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *