Pelantikan dan Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) se-Sulawesi Selatan periode 2026–2031 telah resmi dilaksanakan.
Momen sakral ini menjadi titik balik penting dalam memperkuat barisan kepala desa di Sulawesi Selatan guna menciptakan desa yang lebih maju dan inovatif.
Di tengah antusiasme tersebut, Kepala Desa (Kades) Bonto Lojong, Sabir, menyampaikan ucapan selamat dan harapan besarnya bagi seluruh pengurus DPC APDESI yang baru saja dilantik.
Komitmen Integritas dan Pengabdian
Kades Sabir menegaskan bahwa jabatan dalam kepengurusan APDESI bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar yang menuntut integritas tinggi.
Ia berharap seluruh pengurus dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat desa.

“Selamat dan sukses atas pelantikan serta Rakor DPC APDESI se-Sulawesi Selatan periode 2026–2031. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian yang tulus untuk memajukan desa kita,” ungkap Sabir dengan penuh keyakinan. Minggu, 5 Juli 2026.
Sinergi untuk Kemajuan Bersama
Lebih lanjut, Kades Bonto Lojong mengajak seluruh kepala desa untuk semakin mempererat tali silaturahmi dan sinergi. Menurut beliau, tantangan desa di masa depan memerlukan kolaborasi, bukan kerja sendiri-sendiri.
“Mari kita bersinergi membangun desa yang maju, mandiri, inovatif, dan sejahtera. Tujuan utama kita adalah mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di Sulawesi Selatan,” ajak Kades Bonto Lojong.
Visi untuk Masa Depan
Kades Sabir menutup pernyataannya dengan menyampaikan pesan yang menjadi ruh bagi perjuangan para kepala desa ke depan:
“Bersatu dalam kebersamaan, berkarya untuk kemajuan, berdaya untuk kemandirian, dan bergerak menuju desa yang semakin sejahtera.”
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi rekan-rekan kepala desa lainnya untuk terus berkarya di wilayah masing-masing, selaras dengan visi DPC APDESI Sulawesi Selatan di periode 2026–2031 ini.

Dengan kepengurusan baru, diharapkan berbagai kendala di tingkat desa dapat dicarikan solusinya secara kolektif, sehingga desa-desa di Sulawesi Selatan mampu menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.







