Camat Sanrobone, Irham Latif, membantah keras isu miring yang menyebut dirinya meminta dana sebesar Rp5 juta kepada setiap desa di wilayahnya.
Isu yang beredar menuduh dana tersebut akan digunakan untuk membayar tagihan listrik dan air PDAM Kantor Camat Sanrobone, Kabupaten Takalar.
Dengan tegas, Irham menyatakan bahwa informasi tersebut sepenuhnya tidak benar dan tidak pernah terjadi.
Dua Alasan Isu Tersebut Tidak Logis
Irham membeberkan dua alasan utama mengapa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar:
* Fasilitas Kantor Ditanggung Pemda:
Tagihan listrik kantor kecamatan sudah dibayar langsung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Takalar, sehingga pihak kecamatan tidak perlu mencari anggaran operasional sendiri.
* Beban Dana Desa Sudah Tinggi:
Alokasi Dana Desa saat ini sudah terserap maksimal untuk program-program desa, sehingga tidak mungkin pihak kecamatan menambah beban keuangan para kepala desa.
“Tabe, terkait isu saya minta dana sebesar Rp5 juta kepada para kepala desa melalui sekretaris desa, itu tidak benar. Pertama, listrik kantor kecamatan sudah dibayar oleh pemerintah daerah. Kedua, dana desa saat ini juga sudah banyak terserap, tidak mungkin kami menambah beban kepala desa,” ujar Irham kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Kronologi Munculnya Isu: Berawal dari Rencana “Uang Terima Kasih”
Irham menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya.
Beberapa bulan lalu, seorang Sekretaris Desa (Sekdes) sempat menyampaikan adanya wacana dari para sekdes untuk memberikan kontribusi finansial ke pihak kecamatan.
Pemberian tersebut awalnya direncanakan sebagai bentuk ucapan terima kasih atas bantuan pihak kecamatan dalam kelancaran proses administrasi pencairan dana desa. Namun, Irham mengaku langsung menolak keras rencana tersebut.
“Waktu itu ada salah satu sekdes yang menyampaikan bahwa teman-teman sekdes ingin memberi sedikit sebagai ucapan terima kasih. Namun, saya langsung tolak pemberian tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan laporan yang ia terima, usulan internal para sekdes itu pun ternyata tidak mendapat respons maupun persetujuan dari para kepala desa di wilayah Sanrobone.
Imbauan Kepada Masyarakat
Menutup pernyataannya, Irham Latif meminta masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Ia berharap masyarakat selalu melakukan konfirmasi atau tabayun kepada pihak terkait agar tidak timbul kesalahpahaman yang dapat mengganggu kondusivitas di tengah masyarakat.
*(Wirawan).





