Beranda / Bantaeng / Jeritan Hati Fuji Priska: “Kehilangan Ibu, Dua Anak, dan Kini Rumah Tempat Pulang”

Jeritan Hati Fuji Priska: “Kehilangan Ibu, Dua Anak, dan Kini Rumah Tempat Pulang”

Duka mendalam yang dialami Riska (pemilik akun medsos facebook bernama Fuji Priska), seolah tak bertepi.

Setelah harus merelakan kepergian ibu kandung dan dua orang anaknya dalam sebuah peristiwa tragis, kini ia harus menghadapi kenyataan pahit lainnya, yakni kehilangan hak atas rumah yang menjadi saksi bisu tumbuh kembangnya selama puluhan tahun.

Melalui sebuah tulisan emosional yang viral di facebook, Fuji (Riska) mengungkapkan rasa kecewa dan luka hatinya terkait status rumah keluarga yang kini disebut-sebut bukan lagi miliknya.

Janji yang Tak Tertepati

Fuji menceritakan bahwa sebelum rumah tersebut dibangun kembali, ia mendapatkan janji dari pihak keluarga besar.

Mengingat anggota keluarga lain sudah memiliki kediaman masing-masing di tempat jauh, Fuji beserta adik dan iparnya diminta untuk merawat rumah tersebut sebagai tempat pulang.

Berpegang pada janji tersebut dan rasa percaya yang tinggi, Fuji menyerahkan seluruh uang donasi yang diterimanya kepada saudara ibunya.

Donasi tersebut berasal dari kerabat, sahabat, hingga rekan kerja yang bersimpati atas musibah yang menimpanya.

“Semua uang donasi, baik pribadi maupun dari rekan kerja atau dari donasi orang lain, kami serahkan 100% tanpa tersisa. Kami dijanjikan pembangunan rumah dan penggantian kerugian usaha (box), namun nyatanya tidak sama sekali,” tulis Fuji dengan nada getir.

Kehilangan Hak di Rumah Sendiri

Puncak kekecewaan Fuji terjadi ketika ia dinyatakan tidak lagi memiliki hak apa pun atas rumah tersebut.

Rumah yang selama ini ia tempati kini dilabeli sebagai “Rumah Nenek” atau sekadar “Rumah Persinggahan,” di mana ia dan adiknya dianggap tidak memiliki kontribusi dalam pembangunannya.

(kondisi rumah sebelum terkena musibah)

Bagi Fuji, hal ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepolosan mereka.

Ia merasa dicurangi di saat dirinya tengah berjuang untuk bangkit dan membuka kembali usahanya setelah merantau.

(kondisi rumah setelah terkena musibah)

“Kalau memang ada pembicaraan dari awal akan seperti ini, saya tidak akan memberikan semua uang donasi itu. Saya bisa mencari rumah yang bisa saya cicil sendiri,” ungkapnya.

Luka yang Membekas

Fuji menegaskan bahwa donasi yang diberikan oleh para dermawan sejatinya ditujukan untuk ia dan adiknya yang kehilangan orang-orang tercinta.

Namun kini, ia merasa bantuan tersebut tidak tepat sasaran karena rumah yang dibangun menggunakan dana tersebut bukan lagi menjadi tempatnya bernaung.

Meski mencoba untuk tidak menyimpan dendam, ia mengakui bahwa luka akibat perlakuan ini akan terus membekas.

Sebagai seorang anak yang baru saja kehilangan pilar hidupnya (ibu), ia kini harus berjuang mencari arah untuk pulang.

“Rumah itu sudah bukan tempat saya pulang untuk membangun usaha saya dan adik saya,” pungkasnya dalam tulisan tersebut.

Sumber: Pernyataan Fuji Priska di Medsos Facebook pada Minggu (12 April 2026) yang mendapatkan 98 like, 88 komentar dan telah dibagikan 205 kali oleh netizen.
Editor: Redaksi 1nasional.id

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *